Blogger Widgets
Tampilkan postingan dengan label HIBURAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIBURAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 November 2013

Kebun Strawberry Purbalingga


Kebun Strawberry Purbalingga


Satu wisata alternatif di daerah Purbalingga yang tidak boleh anda lewatkan adalah sajian agrowisata strawberry di daerah Karangreja. Daerah ini terletak di lereng gunung Slamet dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alam yang indah.
Lokasi ini terletak di atas Goa Lawa kalau dari arah Pemalang atau dari Purbalingga lewat Bobotsari. Namun kalau dari Purbalingga disarankan lewat jalur yang lebih singkat lagi yakni lewat pertigaan Serayu sebelum Bobotsari untuk berbelok ke kiri dan langsung menuju ke Karangreja. Jarak dari Purbalingga sekitar 25 kilometer menggunakan jalan aspal hotmix tetapi sempit. Jalur berbelak belok dengan pemandangan desa yang indah. Di tengah perjalanan nanti akan melewati hutan pinus yang tertata asri dan dapat digunakan untuk tempat pemberhentian juga guna menikmati pemandangan. Dari sini masih berjarak sekitar 3 kilometer lagi sebelum akhirnya sampai di Karangreja, tempat agrowisata strawberry ini.
Lokasi tepatnya adalah terletak di desa Serang dan Kutabawa. Kutabawa juga merupakan desa terakhir sebagai home base bagi para pendaki sebelum naik ke gunung Slamet. Lokasi ini terletak pada ketinggian sekitar 1400 meter di atas permukaan laut, dengan demikian sudah berada daerah dataran tinggi dengan iklim pegunungan yang sejuk dan menyegarkan.
Agrowisata Strawbery ini merupakan kawasan obyek wisata potensial yang berbasis masyarakat. Kebun strawberry yang ada dikelola langsung oleh masyarakat. Di sana pengunjung dapat masuk ke kebun-kebun yang ada. Di lokasi ini umumnya masih bersifat tradisional, artinya pengunjung dipersilakan masuk ke kebun strawberry untuk melihat tanaman yang sedang dibudidayakan.



Di dalam kebun, sebenarnya pengunjung dapat memetik sendiri buah yang ada. Namun tidak disarankan untuk dimakan langsung melainkan harus dicuci terlebih dahulu. Jadi pengunjung dapat membawa keranjang plastik untuk menampung buah yang diinginkan untuk selanjutnya ditimbang dan dicuci bersih. Selanjutnya pengunjung juga ditawarkan untuk membeli buah strawbery segar yang sudah dipetik lainnya atau produk olahan dari buah strawberry ini. Setiap pekebun kadang memiliki persediaan buah strawberry dari kebun lain. Jadi kalau kebun yang didatangi pengunjung sedang belum banyak berbuah, pengunjung masih dapat berkesempatan menikmati buah strawberry segar ini.
Buah strawbery dijual per kilo, namun sebagian besar dijual per kemasan plastik yang berisikan buah strawberry sebanyak 20 buah. Buah yang dikemas ini telah dipotong dari daun dan telah dibersihkan sehingga siap untuk dimakan. Harga buah strawberry di sini kadang relatif tidak jauh berbeda dengan harga yang dipasarkan di supermarket, namun di sini pengunjung dapat keistimewaan dengan melihat atau memetik sendiri buah yang diinginkan.

Saat ini buah strawberry juga telah dapat diolah menjadi jenang dodol strawberry dan minuman segar jus buah strawberry. Produk seperti ini cocok untuk dibeli dalam jumlah banyak dan digunakan sebagai oleh-oleh keluarga dan handai tolan lainnya.
Selain kebun strawberry, pengunjung juga dimanjakan dengan keberadaan kebun sayur mayur lainnya. Seperti diketahui bahwa daerah ini juga merupakan pemasok bahan sayur mayur bagi daerah Banyumas dan sekitarnya termasuk ke daerah pantura sekitar Tegal dan Pekalongan. Beberapa jenis sayur seperti tomat, kentang, lombok, kol, daun muncang, sawi, welok / jipang dan lain-lain tersedia di sini. Di kebun ini pengunjung dapat melihat suasana kebun sayur dan diperbolehkan memetik sendiri sayur yang diinginkan untuk dibawa pulang. Harga sayur di sini jelas jauh lebih murah kalau dibandingkan dengan harga di pasar.
Meluangkan waktu di lokasi ini dapat berlangsung lama. Tiga jam juga sudah cukup untuk berjalan-jalan di lingkungan kebun yang sangat asri. Selain itu keramahan penduduk juga membuat kita betah di daerah sana. Tetapi jika diinginkan lebih lama lagi menikmati suasana yang ada atau ingin menghabiskan waktu liburan maka di lokasi ini juga tersedia beberapa rumah yang dapat disewa.



Di beberapa halaman rumah penduduk sering terlihat banyak pohon bunga beraneka warna yang khas daerah pegunungan. Bunga yang paling menarik perhatian antara lain bunga kecubung dan bunga dahlia. Selain itu masih banyak bunga perdu yang khas seperti bunga tigawarna, bunga semak berwarna merah, gladiol dan aneka jenis bunga lainnya.
Bunga kecubung merupakan bunga dari tanaman kecubung dengan ketinggian sekitar 1-2 meter. Bunga yang berwarna jingga muda ini banyak terlihat menggantung di tangkai pohon. Bagi orang tertentu sering memanfaatkan biji kecubung ini untuk disalahgunakan sebagai bahan yang bersifat halusinogenik. Hanya memang dosisnya rendah sehingga tidak banyak yang melakukannya.
Bunga lain yang menarik adalah bunga dahlia. Bunga ini sangat banyak jenisnya ada yang tumpuk ada yang tunggal, ada yang berukuran kecil ada yang besar. Warna bunga dahlia juga beraneka macam seperti putih, merah, biru, kuning, ungu, pink dan lain-lain. Bunga ini sebenarnya mudah diperbanyak dengan menggunakan umbi akarnya, namun hanya bisa tumbuh kalau ditanam di daerah dengan ketinggian di atas 1000 meter dan daerah berhawa dingin saja.
Demikian sekilas informasi daerah obyek agrowisata di daerah Karangreja Purbalingga. Jika anda bosan dengan suasana kota dan ingin merasakan refreshing bersama keluarga, tidak ada salahnya berkunjung ke lokasi ini.

Wayang Kulit


Wayang Kulit

WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.

Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem­perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.

Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Asal Usul
Mengenai asal-usul wayang ini, di dunia ada dua pendapat. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt.

Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.

Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.

Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pe wayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.

Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In dia, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi In dia, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 - 1160).

Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawa yang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah per tunjukan wayang.

Mengenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehis toric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indone sia halaman 987.

Kata `wayang' diduga berasal dari kata `wewa yangan', yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga belum ada.

Untuk lebih menjawakan budaya wayang, sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. Sejak saat itulah cerita cerita Panji; yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.

Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus yang disebut blencong pada pergelaran Wayang Kulit.

Sejak zaman Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.

Memang, karena begitu kuatnya seni wayang berakar dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga terjadilah beberapa kerancuan antara cerita wayang, legenda, dan sejarah. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.

Dan di wilayah Kulonprogo sendiri wayang masih sangatlah diminati oleh semua kalangan. Bukan hanya oleh orang tua saja, tapi juga anak remaja bahkan anak kecil juga telah biasa melihat pertunjukan wayang. Disamping itu wayang juga biasa di gunakan dalam acara-acara tertentu di daerah kulonprogo ini, baik di wilayah kota Wates ataupun di daerah pelosok di Kulonprogo.

Hiburan Topeng Monyet Masih Di Gemari


Hiburan Topeng Monyet Masih Di Gemari


Topeng monyet  merupakan hiburan tradisonal yang masih digemari dan masih bisa  bertahan sampai sekarang. Gerakannya yang lincah dan lucu acapkali mengundang tawa disaat menampilkan kemampuannya di depan penonton. Anak-anakpun betah menyaksikan komedi topeng monyet karena di jaman modern seperti ini sudah jarang sekali pertunjukan seperti ini. 
         Dengan alat musik sederhana berupa drum  kecil dari kayu , Naryo (45) warga Magelang , mengiringi monyet  saat bermain. Tak pelak bunyi musik itupun mengundang anak anak dalam sekejap. Dengan durasi 15 menit sekali pentas, penanggap harus mengeluarkan ongkos Rp 5.000  atau dalam istilah pertunjukan  satu babak. 
         Monyet kecil bernama Jenggo, cukup pandai menirukan gerak atau tingkah laku orang.  Misalnya bersolek di depan cermin, menarik gerobag, naik  sepeda, menembak dengan tiarap, berbelanja ke pasar, menjual kayu bakar ke pasar, main Reog Ponorogo, bahkan bisa  salto sampai 3 kali. 
Dimanapun Topeng monyet tampil pasti dipadati oleh anak anak kecil bahkan orang dewasapun juga ikut nonton.  Hiburan seperti ini , dijaman sekarang susah untuk dijumpai. “Ini mumpung ada, kami menyempatkan diri untuk nonton, ternyata lucu juga,”kata Sudirman  warga Perumahan Korpri Cangkreplor. 
         Naryo menjelaskan, kera yang di pakai untuk hiburan keliling tersebut  merupakan kera dari  kalimantan. Untuk melatih supaya trampil dalam memainkan permainan butuh waktu 1 tahun, Karena sering untuk pertunjukan di kampung kampung maka dengan sendirinya monyet  hafal dengan perintah sang pelatih yang sudah 4 tahun bekerja sebagai dalang topeng monyet.  
         Menurut dia dengan memanfaatkan kera sebagai hiburan  yang kocak, satu hari rata rata bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 70.000. Untuk menghindari kejenuhan  dia harus keliling kampung yang berbeda setiap harinya. “Kalau pas lagi untung  satu orang bisa meminta 4 babak sekaligus, “katanya. (Humas)

Definisi Seni


Definisi Seni

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.

1. PENGERTIAN SENI

Berikut pengertian seni menurut pendapat para ahli:
1.                   Seni adalah peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal (Aristoteles).
2.             Seni adalah hasil peniruan alam dengan segala seginya (Plato dan Rousseau).
3.             Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan sifat indah, sehingga menggerakan jiwa perasaan manusia (Ki Hajar Dewantara).
4.             Seni adalah kegiatan rohani yang mereflesikan realitas dalam suatu karya yang bentuk dan isinya mempunya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohaninya penerimanya (Ahdian Karta Miharja).
5.             Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang,garis,warna,tekstur,volume dan gelap terang (Drs. Sudarmaji).
6.             Seni adalah hasil ungkapan emosi yang ingin di sampaikan kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat/berkelompok (Drs Popo Iskandar).
7.             Seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetika yang menyatakan dalam bentuk agung yang mempunyai daya membangkitkan rasa takjub dan haru (Prof. Drs. Suwaji bastomi).
8.             Seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahannya orang senang melihatnya atau mendengarnya (Ensiklopedia Indonesia).
9.             Seni adalah segala usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Menurut tiap orang senang dengan seni music meskipun seni musik adalah seni yang paling abstrak (Schopenhauer).
10.          Seni adalah kegiatan rohani atau aktivitas batin yang di refleksikan dalam bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang lain yang melihat atau mendengarkannya (Eric Ariyanto).

2. MACAM-MACAM SENI

2.1. Seni Rupa

Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar, lukis, patung, grafis, kerajinan tangan, kriya, dan multimedia.

Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis, kemampuan memahami dan membuat patung, kemampuan memahami dan berkarya grafis ,kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan, serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. Terminologi in pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan.

Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium.Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar, lukis, patung, kerajinan tangan kriya dan multimedia. berhubungan dengan unsur cabang kesenian.

2.2. Seni Musik

Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. Unsur lain dalam bentuk harmoni, melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling, gambang kromong, gamelan, angklung, rebana, kecapi, dan kolintang serta arumba. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano, gitar, flute, drum, musik elektronik, sintetiserr, seksopon, dan terompet.
Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik, pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni, melodi dan notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. Di sisi lain, kemampuan memahami dan membuat notasi, kemampuan mengaransemen, serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil, serta kemampuan memahami dan membuat multimedia.

Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur, bunyi yang berirama, serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme, melodi maupun harmoni.Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik, ekspresionis, eksperimentalis, dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada.

Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi, interval, dan harmoni secara varian.

Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami, dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya.

2.3. Seni Teater

Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater, kemampuan memahami dan membuat naskah, kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangiseni teater.

Di sisi lain, kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. 

Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting, pembawaan, diksi, intonasi, pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki.

2.4. Seni Tari

Media ungkap tari adalah gerak. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan, kebahagiaan, baik dari koreografer, peraga dan penikmat atau penonton.

Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan, kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Kemampuan memahami an berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi, di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. Sebagai penyesuaian abad modern, kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak, dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah.di mana tarian tersebut berasal.

Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler, tradisional maupun nontradisional. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern, produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman.Seni tari memerlukan media gerak. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan, maka gerakan tari semakin halus, estetis, dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati.Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. Oleh sebab itu, sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. Seni tarimewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. Dalam perkembangannya, seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun, hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Pada masyarakat modern yang dinamis ini, kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik, guru-guru tari yang profesional, dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. Oleh sebab itu, beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional.

2.5. Kerajinan Tangan

Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir, renda, seni lipat,seni dekoratif, serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. Secara aktual kesenian yang ada berwujud musik, rupa, teater, dan tari secara multilingual, multikultural, dan multidimensional.
Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi, mana cabang seni yang paling kalian senangi. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali.

2.6. Seni Berwawasan Teknologi

Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru.Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih.

Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni, seperti seni peran (khususnys sinetron), pendokumentasian (sinema), audio-visual (keproduseran) dan lain-lain. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih.

Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. Dengan imajinasi, seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru, menciptakan hal baru, serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada.

Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak, rupa, bunyi, dan suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh, bahasa gerak, serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis.

3. PENGGOLONGAN SENI

Secara umum seni dibedakan menurut indra penserapannya yaitu seni audio, seni visual, dan seni audio-visual.

Seni audio adalah seni yang diserap melalui indra pendengaran. Misalnya : seni musik atau suara, drama radio, puisi di radio dan lain-lain.
Seni visual adalah seni yang diserap melalui indra penglihatan. Umumnya dikenal dengan sebutan seni rupa.
Seni audio-visual adalah seni yang sekaligus diserap oleh indra pendengaran dengan indra penglihatan. Misalnya : seni tari, drama/theater, film dan lain-lain.

Disamping itu ada lagi seni lain yang tidak ditekankan pada jenis indra penserapannya yaitu seni sastra. Yang termasuk dalam seni sastra adalah seni yang berbentuk prosa seperti roman, novel, cerpen, dan lain-lain. Dan seni yang berbentuk puisi seperti syair, pantun, gurindam, dan puisi-puisi dalam bentuk bebas lainnya. Ciri umum dari prosa adalah deskripsi keadaan atau imajinasi secara mendetail. Sedangkan ciri umum dari puisi adalah ungkapan inti atau hakiki dari suatu pengalaman maupun imajinasi estetis.

BBM for Android Akan Dicabut per Tanggal 1 Desember 2013


BBM for Android Akan Dicabut per Tanggal 1 Desember 2013


Tersirat kabar bahwa BBM untuk device android akan dicabut oleh pihak Blackberry mulai tanggal 1 desember 2013, di social media dan broadcast message di BBM pun juga beredar kabar BBM for Android akan dicabut per tanggal 1 Desember 2013."
Bagi pengguna Android puas-puasin BBMman karna tanggal 1 Desember 2013 Applikasi BBM-nya akan dihapuskan dan tidak bisa dipergunakan di Android lagi karna BlackBerry sudah memutuskan tidak akan menjual applikasinya di samsung dan sudah mengganti rugi sebesar 2,8 T,"pesan tertulis dan beredar luas pada broadcast BBM.
Namun pengguna BBM pada gadget Android tak perlu khawatir karena tidak ada statement resmi  dari pihak Blackberry dan di situs BBM.com juga masih terpampang tulisan yang berukuran cukup besar BBM for Android and iPhone is here for free

Jadi, para Droiders yang menggunakan aplikasi BBM tak usah termakan isu yang belum ada kejelasan resmi dari pihak Blackberry. Selama belum ada pemberitahuan resmi dari pihak Blackberry maka BBM untuk gadget Android masih bisa Droiders gunakan dengan baik.