Blogger Widgets

Kamis, 22 Maret 2012

Mengedit suara di Adobe Auditon

Proses alir produksi pembuatan sandiwara radio dengan Adobe Audition 


I. TAHAP MEREKAM SUARA
Berikut langkah-langkah untuk merekam suara menggunakan Edit Waveform View. Langkah pertama adalah mengatur peralatan untuk merekam. Pastikan kabel Mic telah terpasang pada soundcard dengan benar telah diaktifkan. 
  • Membuat file baru dengan menu File > New. 










  • New Waveform Dialog

Atur settingnya sesuai dengan sumber suaranya dan akhiri dengan menekan tombol OK. Berikutnya Anda dapat memulai merekan dengan menekan tombol Record di bagian bawah layar. Dan hentikan dengan menekan tombol Record sekali lagi.





  • Tekan tombol Record
Setelah itu Anda dapat menyimpan hasilnya: File > Save As.












Anda dapat melakukan proses recording sesuai dengan rancangan sandiwara anda.

II. PEMBERIAN EFFEK SUARA

    Jika pada suara yang telah anda rekam ada sedikit Noise berikut cara mereduksinya
Mengurangi Noise

Noise pada waveform
Untuk itu Anda dapat menguranginya dengan cara menyeleksi bagian yang
hanya terdapat noise yang akan dihilangkan dan tidak terdapat suara lainnya

Seleksi bagian yang terdapat noise


Kemudian gunakan menu Effects > Noise Reduction > Noise Reduction.


Noise Reduction Dialog
Klik Get Noise Profile From Selection untuk mengambil informasi dari sample yang Anda seleksi. Akhiri dengan Close Kemudian pilihlah seluruh klip dengan menu Edit > Select entire wave atau sebagian waveform saja.

Seleksi semua waveform

Kemudian gunakan menu Effects > Noise Reduction > Noise Reduction.

Noise Reduction Dialog

Dan akhiri dengan menekan tombol OK untuk memulai mengurangi noise.


Waveform setelah proses Noise Reduction

III. MENAMBAH DAN MENGURANGI VOLUME
Anda dapat menambah/ mengurangi volume waveform dengan menuEffects
> Amplitude > Amplify. Kemudian Anda dapat menggeser slider pada
Amplification ke kanan (+) untuk menambah volume dan ke kiri (-) untuk mengurangi volume. Atau Anda dapat mencoba pilihan yang terdapat dalam Presets, misalnya 6dB Boost. Dan dengarkan hasilnya dengan menekan tombol Preview.

Amplify Dialog

Anda telah berhasil menambah volume suara, berikutnya Anda dapat mencoba efek yang lain pada menu yang sama. Untuk itu Anda dapat membatalkan perintah terakhir dengan Undo.

Langkah 1
    klik Multitrack View
    Klik file – new session – klik sample rate yang diinginkan misal 44100 – klik ok
Tampilan akan terlihat pada gbr 1 di bawah ini


Langkah 2
•    Masukkan rekaman suara / lagu yang ingin kita sambung dengan cara klik kanan pada track 1 – klik insert – klik audio – cari lokasi penyimpanan lagu – klik open.
 
Langkah 3
•    Selanjutnya atur letak lagu sesuai keinginan dengan cara memindah letak waveform menggunakan toolbar Move / Copy clip tool [ v ].


Langkah 4
•    Haluskan hasil potongan dengan menggunakan teknik fade in pada awal waveform dan fade out pada akhir lagu.langkahnya.klik garis bagian atas dari waveform yang merupakan garis untuk pengaturan volume envelope lagu sehingga muncul titik awal.kemudian klik sekali lagi sebagai titik akhir.kemudian drag kebawah, sehingga suara akan terdengar dari pelan menjadi keras secara bertahap ( fade in ) pada awal lagu atau sebaliknya ( fade out ) pada akhir lagu.
Lihat gbr di bawah ini.
 
 Langkah 5
•    Atur keseimbangan volume dan equalisasi masing – masing track dengan mengatur toolbar volume dan equalizer yang ada disisi kiri tiap – tiap track.sehingga suara terdengar seimbang saat pergantian lagu
 
 Langkah 6
•    Jika dirasa sudah cukup.maka langkah selanjutnya adalah menggabungkanya menjadi sebuah lagu file .mp3
•    Klik File > Export > Audio > Beri nama file > kemudian tentukan jenis file nya Mp3 > klik Save
Selamat sandiwara radio anda telah jadi,



Berikut efek suara yang ada pada Adobe Audition
  • Invert
  • Reverse
  • Amplitude
  • Amplyfy /Fade
  • Binaural Auto-Panner
  • Channel Mixer
    Dellay Effect
-    Chorus
-    Delay
-    Echo
    Filters
-    Center Channel Extrator
-    Dynamic EQ
-    FFT Filter
    Noise Reduction
-    Auto Click
-    Clip Restoration
-    Noise Reduction
    Time / Pitch
-    Doppler Shifter
-    Pitch Bender
-    Pitch Correction
    Add / Remove VST Directory

Selasa, 20 Maret 2012

Tugas LAN

1. Cara Memberi IP statis pada windows 
  • Klik Start | Control Panel | Double Klik Network Connections
  • Untuk merubah IP address Komputer di windows 7, ternyata caranya cukup mudah, ketik  network and sharing pada kotak search di start menu dan pilih Network and Sharing Center ketika muncul.
  • kemudian ketika network and sharing center terbuka, Klik “change adapter settings“.
  • Klik kanan pada local adapter dan pilih Properties
  • di Properties Local Area Connection pilih Protocol Version 4 (TCP/IPv4)
  • ketikkan IP adress yang akan diganti | OK
2. Cara mengetahui IP di Windows 7
  • klik start
  • ketik cmd pada kotak search
  • setelah keluar,,klik cmd
  • di dalam kotak hitam ketik " ipconfig " (tanpa tanda kutip).


  • Klik tombol Start, pada bagian form Search ketik cmd dan kemudian tekan tombol Enter.
    Cara Mengetahui IP Address Komputer Melalui Terminal Image



  • Sama seperti pada Windows XP, ketik ipconfig -all.
    Cara Mengetahui IP Address Komputer Melalui Terminal Image





  • Klik tombol Start, pada bagian form Search ketik cmd dan kemudian tekan tombol Enter.
    Cara Mengetahui IP Address Komputer Melalui Terminal Image



  • Sama seperti pada Windows XP, ketik ipconfig -all.
    Cara Mengetahui IP Address Komputer Melalui Terminal Image




  • Klik tombol Start, pada bagian form Search ketik cmd dan kemudian tekan tombol Enter.
    Cara Mengetahui IP Address Komputer Melalui Terminal Image



  • Sama seperti pada Windows XP, ketik ipconfig -all.
    Cara Mengetahui IP Address Komputer Melalui Terminal Image


  • 3.  Cara mengetahui jaringan konek tidak dengan internet (print screen) 
    Berikut langkah mengecek koneksi, apakah komputer anda telah terhubung dengan internet. Salah satunya adalah dengan melakukan test ping menggunakan Command Prompt. Langkah-langkah menggunakan test ping :


    1. Pada windows anda, klik Start -> ketik pada kotak search " CMD" ( menggunakan windows 7),
    Klik Star ->Run-> ketikan CMD ( menggunakan windows XP )


    2. Misalkan kita test koneksi dengan melakukan ping pada google.com,
    ketikkan perintah : “ping google.com”
    Akan diberikan jawaban / reply jika website dapat diakses dengan baik.

    3. Jika website tersebut tidak dapat diakses, maka akan muncul tulisan “request time out”
    seperti contoh pada saat kita melakukan uji coba dengan memberikan perintah : ping testgakonek.com


    Jumat, 17 Februari 2012

    DATABASE

    1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

    2. Database relasional adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang didisain untuk mengatur/memanajemen sebuah basisdata sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya.
    3. Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna.
    4. Program aplikasi adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna.
    5. Sistem data base merupakan perpaduan antarabasis data dan system manajemen basis data (SMBD). Database yang kompleks dan disertai dengan teknik pendokumentasian dan prosedur manipulasinya akan membentuk Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System – DBMS).
    6. Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
    7. Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan.
    8. Table adalah seperangkat elemen data (nilai) yang diselenggarakan menggunakan model kolom vertikal (yang diidentifikasi dengan nama mereka) dan baris horisontal.

    9. Formulir adalah sebuah kertas yang berisi beberapa pertanyaan formal yang harus diisi.
    10.Record adalah kumpulan field-field yang berhubungan. Masing-masing record menyimpan data hanya sekitar satu entitas, yang bisa erupa orang, tempat benda dan peristiwa atau gejala. Contoh record bisa saja nama dan alamat Anda dan Nomor Jaminan sosial Anda.
    11. Query adalah bentuk pertanyaan, dalam garis penyelidikan.
    12. Field adalah sebuah unit data yang berisi satu atau lebih karakter (byte). Ia merupakan unit terkecil dari informasi berharga dalam database.
    13. Report adalah karya tekstual (biasanya tulisan, pidato, televisi, atau film) dibuat dengan tujuan spesifik dari informasi relaying atau menceritakan peristiwa-peristiwa tertentu dalam bentuk yang luas rapi.
    14. Primary key adalah suatu nilai dalam basis data yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu baris dalam tabel.

    OSI 7 layer

    Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)

    Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

    Model Layer OSI



    Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
    Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
    “Open” dalam OSI

    “Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).
    Modularity

    “Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
    Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.Modularity

    Seperti contoh Jasa Antar/Kurir. “Modularity” pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat.

    Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai di Toronto. Pesawat terbang membawa paket ke Toronto tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu.


    7 Layer OSI

    Model OSI terdiri dari 7 layer :
    Application
    Presentation
    Session
    Transport
    Network
    Data Link
    Physical

    Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?



    Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.

    Model OSI

    Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

    Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.Model OSI Keterangan
    Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.
    Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
    Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.
    Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).
    Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.
    Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.

    Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

    Kabel Cross dan Straight

    Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local (Local Area Network), selain karena harganya relative murah, mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit (twisted pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. Sebelumnya ada juga kabel STP (Shielded Twisted Pair), untuk contoh gambarnya dapat dilihat dibawah:



    Terdapat beberapa jenis kategori kabel UTP ini yang menunjukkan kualitas, jumlah kerapatan lilitan pairnya, semakin tinggi katagorinya semakin rapat lilitannya dan parameter lainnya seperti berikut ini:
    Kabel UTP Category 1
    Digunakan untuk komunikasi telepon (mentransmisikan data kecepatan rendah), sehingga tidak cocock untuk mentransmisikan data.
    Kabel UTP Category 2
    Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai dengan 4 Mbps (Megabits per second)
    Kabel UTP Category 3
    Digunakan pada 10BaseT network, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1Mbps. 10BaseT kependekan dari 10 Mbps, Baseband, Twisted pair.
    Kabel UTP Category 4
    Sering digunakan pada topologi token ring, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 16 Mbps
    Kabel UTP Category 5
    mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 100 Mbps,
    Kabel UTP Category 5e
    mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz.
    Kabel UTP Category 6
    Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut.
    Kabel UTP Category 7 gigabit Ethernet (1Gbps), frekwensi signal 400 MHz
    Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable

    Kabel straight
    Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.

    Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai sesuai standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:


    Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
    Menghubungkan antara computer dengan switch
    Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
    Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
    Menghubungkan switch ke router
    Menghubungkan hub ke router
    Kabel cross over
    Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
    ujung dua. Kabel cross over digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.



    Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
    Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
    Menghubungkan 2 buah switch
    Menghubungkan 2 buah hub
    Menghubungkan switch dengan hub
    Menghubungkan komputer dengan router
    Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

    Membuat kabel Straight dan Cross Over
    Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu kabel UTP, Connector RJ-45, Crimping tools dan RJ-45 LAN Tester, contoh gambarnya seperti dibawah ini:



    Praktek membuat kabel Straight
    Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
    Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
    Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
    Masukan kabel yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
    Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
    Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
    Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
    Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).

    IP V4

    Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
    Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.

    Kelas-kelas alamat

    Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.Kelas Alamat IP Oktet pertama
    (desimal) Oktet pertama
    (biner) Digunakan oleh
    Kelas A 1–126 0xxx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala besar
    Kelas B 128–191 10xx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
    Kelas C 192–223 110x xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
    Kelas D 224–239 1110 xxxx Alamat multicast (bukan alamat unicast)
    Kelas E 240–255 1111 xxxx Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)

    [sunting]
    Kelas A

    Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
    [sunting]
    Kelas B

    Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
    [sunting]
    Kelas C

    Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
    [sunting]
    Kelas D

    Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.
    [sunting]
    Kelas E

    Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.Kelas Alamat Nilai oktet pertama Bagian untuk Network Identifier Bagian untuk Host Identifier Jumlah jaringan maksimum Jumlah host dalam satu jaringan maksimum
    Kelas A 1–126 W X.Y.Z 126 16,777,214
    Kelas B 128–191 W.X Y.Z 16,384 65,534
    Kelas C 192–223 W.X.Y Z 2,097,152 254
    Kelas D 224-239 Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP Address
    Kelas E 240-255 Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen


    Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengemban otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa memedulikan kelas disebut juga dengan classless address.